Masa Tenang

Tag

, , , ,

Pemilihan umum tanggal sembilan april tinggal menghitung hari lagi, gebyar kampanye telah lewat sudah. Bisingnya kendaraan dan macet nya jalanan akibat kampanye terbuka pun telah berakhir. Namun Perang belum berakhir, justru masa tenang adalah masa yang paling membahayakan dalam proses pemilu. Jual beli suara, closing pemilih, atau serangan fajar dimulai pada masa ini. Edukasi dan arahan – arahan yang dilakukan oleh para peserta pemilu maupun pelaksana pemiu seolah tak berarti pada masa ini.

Masa tenang yang diberikan oleh Pelaksana pemilu, harusnya dimanfaat kan untuk bersih-bersih atribut kampanye yang selama ini telah “mengotori” keindahan ibukota. Sampah Visual yang bertebaran dimana-mana berupa spanduk, baliho sampai sticker yang menem pel di dinding harusmya sudah menghilang pada masa tenang.

Akan tetapi pada masa ini justru para kontestan tidak melaksanakan hal tersebut, mereka terkesan membiarkan hal itu terjadi, sehingga jangan heran ketika hari – H pemilu nanti masih akan banyak ditemukan atribut kampanye bertebaran dimana-mana. Pada masa tenang justru banyak bendera baru yang terpasang, mereka seperti mengejar target pemasangan karena begitu banyak bendera yang masih tersisa di gudang penyimpanan mereka. Padahal menurut UU apabila pada masa tenang masih terdapat atribut parpol, maka parpol tersebut dapat diberikan sanksi.

Parpol Justru sibuk mempersiapkan serangan fajar, membuka ruang-ruang negosiasi dan jual beli suara rakyat. Mereka masuk ke sudut-sudut ruangan, pelosok-pelosok desa untuk memastikan pasokan suara untk mereka tidak terganggu. Masyarakat pun dibuat bingung oleh ulah para kontestan pemilu ini. Disisi lain dalam hati nurani mereka pasti menolak operasi yang dilakukan oleh kontestan pemilu ini tapi disisi lain mereka tergiur terhadap jumlah uang yang di tawarkan. Jika transaksi suara ini terjadi maka dapat dipastikan impian akan pemilu yang luber dan jurdil pun akan musnah. Masa tenang bukan untuk berleha-leha tapi masa untuk bekerja keras lebih baik lagi untuk pemilu yang luber dan jurdil

9 kebijakan yang mengubah wajah Perkereta-apian Indonesia

1. Penunjukkan Ignatius Jonan sebagai direktur PT KAI

Penunjukkan Ignatius Jonan mw tidak mw memang menjadi alasan utama PT kereta Api Indonesia menjadi semakin berkembang belakangan ini. Wajah Kereta api indonesia yang tadi nya kumuh, dan terkesan dipelihara seadanya hampir semua nya hilang. Di tangannya stasiun kembali nyaman, tidak ada lagi orang yang bisa sembarang masuk, semua nya harus bertiket.

Ignatius jonan sendiri bukan merupakan produk kementrian perhubungan atau muncul dari internal PT KAI sendiri, ketika ia ditunjuk menjadi Direktur PT KAI ia sedang menjabat sebagai Direktur sebuah bank ternama.

Ignatius Jonan ketika pertama kali ditunjuk sebagai direktur utama PT KAI bercita-cita ingin mewujudkan pelayanan Kereta Api Indonesia sekelas dengan industri penerbangan, jadi jangan heran kalau pelayanan stasiun sekarang berasa seperti bandara.

2. AC nisasi semua kelas kereta

AC hanya untuk kelas eksekutif?? hmm sekarang itu tidak berlaku lagi, hampir semua kelas sekarang dapat merasakan dinginnya AC dikereta mereka. Kebijakan ini dimulai dengan pembuatan kereta api  kelas ekonomi oleh PT INKA, dimana didalam nya terdapat mesin pendingin ruangan alias AC (kereta berwarna biru )  , kemudian berlanjut dengan Ac nisasi kelas ekonomi jarak jauh lainnya (berwarna orange ) dan sekarang akhirnya juga merambah ke kelas bisnis. Jadi dijamin penumpang tidak akan merasa kepanasan lagi ketika kereta api berangkat pada siang hari

3. Sterilisasi stasiun dan kereta api dari pedagang

Mungkin kebijakan ini merupakan kebijakan yang paling menyusahkan kalangan kecil, karena kalau biasanya mereka bisa seenaknya keluar masuk stasiun dan kereta , maka pada saat ini mereka dilarang masuknya ini dimaksudkan agar penumpang merasa aman dan nyaman berada di dalam nya. Selama ini memang penumpang banyak mengeluhkan tentang kenyamanan dan keamanan selama di stasiun, dengan banyak nya orang yang lalu lalang maka tingkat keamanan pun semakin menurun. Untuk pedagang sendiri tentu kebijakan ini merugikan mereka karena dapat dipastikan penghasilan mereka akan berkurang karena tidak diperbolehkan lagi berjualan diareal stasiun maupun kereta api.

4. Diberlakukan nya pembelian tiket Via  Online

beli tiket langsung diloket..? tampaknya sekarang itu tidak diperlukan lagi karena sistem online yang dipergunakan oleh PT KAI memungkinkan anda untuk memantau kesediaan tiket dan membeli langsung dari gadget anda. sehingga anda tidak perlu antri lama untuk mendapatkan kepastian pembelian tiket.

5.  Diberlakukan nya Boarding pass

Boarding Pass merupakan salah satu kebijakan yang dibuat PT KAI agar pelayanan kereta api setara dengan pelayanan udara. Kebijakan ini dimaksudkan agar penumpang tidak berlama-lama di dalam area stasiun sehingga keamanan dan kenyamanan area stasiun tetap terjaga. Sistem boarding pass ini juga akhirnya mengakibatkan pengantar tidak dapat mengantar sampai area peron seperti sebelumnya.

6. Diberlakukan pembelian tiket H-90

Pembelian Tiket H-90 semakin memudahkan pengguna kereta api dalam merencanakan perjalanan dengan menggunakan kereta api. akan tetapi sistem ini akan mengakibatkan habis nya tiket yang dijual pada saat peak season, seperti saat2 liburan, maupun perayaan hari besar keagamaan, kebijakan ini juga rentan terjadi perubahan tarif sewaktu-waktu jika ada perubahan dari PTKAI maupun dari pihak pemerintah (subsidi), seperti yang terjadi beberapa waktu yang lain.

7. Pembelian Tiket Via Mini market

Ini merupakan salah satu terobosan yang fenomenal dari PT KAI dimana kita dapat membeli tiket kereta api  di mini market terdekat contohnya alf* dan ind*. Hal ini semakin memudah kan pengguna untuk membeli tiket karena tidak perlu membeli di loket stasiun dan juga jika tidak ada akses internet di sekitar nya.

8. Jumlah tiket sesuai dengan jumlah tempat duduk

dahulu kereta ekonomi dikenal sebagai kereta yang sangat tidak manusiawi, jumlah penumpang yang tak terbatas, asal kereta masih belum berangkat, maka tiket pun masih dijual walaupun didalam kereta sebenarnya tempat duduk nya sudah habis. sehingga sering kita lihat ada penumpang di dalam WC, bordes, atau tempat2 lain yang bukan peruntukannya untuk penumpang bahkan seringkali kita dengar ada penumpang yang berdiri sepanjang perjalanan. Sekarang semua telah berubah, berkat kebijakan ini tidak ada lagi penumpang yang berdiri (tidak kebagian tempat duduk) semua dipastikan mendapatkan tempat duduk, kecuali KRD lokal dan Comutter Line tentu nya

9. Adanya tiket Promosi

ada beberapa promosi yang pernah di luncurkan PT KAI seperti

Beli 3 gratis 1

tiket promosi dalam rangka dalam ultah PT KAI

tiket lebaran 10 ribu

Program ini dimaksudkan agar makin banyak orang yang beralih menggunakan kereta api.

Macam -macam istilah dalam kereta api (Bagian 1)

Tag

, , , , , , , , ,

Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit menjelaskan mengenai istilah yang ada dalam kereta api : 

1. Lokomotif, bagian paling depan dalam sebuah rangkaian kereta api berfungsi sebagai penggerak rangkaian, Lokomotif di indonesia mempunyai kode – kode tertentu yang menandakan spesifikasi dari lokomotif tersebut. Lokomotif biasa nya hanya ditempati oleh masinis dan assistennya namun dibeberapa negra yang sudah maju lokomotif nya juga terdapat ruang penumpang seperti shinkansen, TGV, dan kereta cepat lainnya. Bentuk lokomotif semakin lama semakin aerodinamis yang berfungsi untuk mempercepat laju dari kereta api. Jenis lokomotif pun berbeda ada yang khusus penumpang dan ada yang digunakan sebagai pengangkut barang, untuk penumpang biasanya yang diutamakan adalah kecepatan atau top speednya sehingga penumpang cepat sampai tujuan  sedangkan untuk barang  yang diperlukan adalah tenaganya (Horse powernya ) sehingga memperbanyak gerbong yang bisa ditarik. 

Gambar

2. Kereta, bagian dari rangkaian dari kereta api yang memuat penumpang, untuk barang disebut gerbong, jadi jelaskan bedanya. dalam sebuah kereta biasa nya terdapat toilet, bordes, dan bagasi untuk menyimpan barang, interior dalam kereta biasanya dibedakan menurut kelasnya. 

Gambar

3. Restorasi atau kereta makan, merupakan bagian dari rangkaian kereta api yang didalamnya terdapat mini bar, serta tempat untuk makan, disini kita bisa memesan berbagai macam makanan, kalo favorit saya nasi rames jadi selmata menikmati.

Gambar

4. Pembangkit Merupakan bagian dari rangkaian kereta api yang mempunyai fungsi untuk mensuplai energi listrik kedalam rangkaian, didalam nya terdapat genset untuk mensuplai listrik selama perjalanan, biasanya diletakkan diujung rangkaian.

Gambar

5. gerbong bagasi, merupakan bagian dari rangkaian kereta api yang berfungsi untuk mengantarkan logistik atau kiriman barang dari satu tempat ke tempat lainnya, biasanya diletakkan diujung rangkaian.

Gambar 

6. aling-aling merupakan bagian paling belakang dari sebuah rangkaian yang tidak diisi penumpang yang berfungsi sebagai penahan atau bemper ketika terjadi tabrak belakang. Biasanya dipakai pembangkit, gerbong bekasi, atau kereta penumpang yang dikosongkan

Gambar

 

 7.Masinis adalah orang mengemudikan kereta api biasanya dalam perjalanannya ditemani oleh asistennya 

Gambar

8. KP (kepala perjalanan) adalah orang yang memimpin perjalanan kereta api, dia bertanggung jawab atas perjalanan kereta api, dia ini juga yang memeriksa karcis kita dalam perjalanan

 

9.OTC adalah orang yang bertanggung jawab atas kebersihan  kereta api selama perjalanan biasa beberapa menit sekali dia akan keliling rangkaian untuk mengambil sampah yang dibuang oleh penumpang. Oia dia juga yang bertanggung jawab dalam kebersihan toilet 

Gambar

 

itu tadi sedikit informasi mengenai kereta api semoga bermanfaat 

Kelas-kelas dalam kereta api

Tag

, , , , , , , ,

Kereta api mempunyai kelas-kelas atau tingkatan-tingkatan yang berbeda-beda perbedaan ini didasarkan pada fasilitas yang didapatkan oleh penumpang. Adapun tingkatannya adalah Argo, Ekesekutif, Bisnis, dan ekonomi.

Kita bahas yang pertama dulu yaitu kelas argo, kelas ini merupakan kelas tertinggi dan dapat dipastikan memiliki fasilitas yang yang lebih baik dibandingkan yang lain fasiltas nya antara lain kursi recleaning seat 2-2, lampu tidur (baca), Ac central, serta selimut serta beberapa diantaranya memiliki toilet yang ramah lingkungan (Argo anggrek dan argo Jati).

Gambar   Gambar

Kecepatan tempuh nya lebih baik dibandingkan kereta yang lain karena kereta Argo memiliki pemberhentian yang jauh lebih sedikit waktu dibandingkan yang lain. untuk harga sudah barang tentu bisa dikatakan lebih mahal dibandingkan yang lain hampir menyamai tiket pesawat. Contoh dari kereta ini adalah kereta argo bromo anggrek relasi jakarta- surabaya, argo jati relasi jakarta-cirebon, argo wilis relasi bandung-surabaya dan lain-lain  

Berikutnya Kereta Eksekutif, Kelas eksekutif  memiliki fasilitas yang kurang lebih sama dengan kereta argo namun memiliki pemberhentian yang sedikit lebih banyak jika dibandingkan dengan kereta argo, sehingga dapat dipastikan memiliki waktu tempuh yang sedikit lebih lama. contoh kereta eksekutif satwa adalah kereta Bangunkarta (jakarta – jombang), Kereta Sembrani (Jakarta – Surabaya ) Kereta Turangga (Bandung – Surabaya),

Gambar

Kelas selanjutnya adalah kelas bisnis dimana kereta kelas ini memiliki fasilitas dibawah eksekutif dan argo, fasilitasnya berupa kursi yang empuk dan lebar dimana satu kursi untuk 2 orang, kipas angin dan mempunyai meja statis untuk menaruh tempat minum, bagasi terbuka, dan lampu ruangan biasa, untuk toilet nya menggunakan type biasa, yang langsung jatuh kebawah gerbong dan hanya bisa digunakan saat kereta berjalan. Memiliki pemberhentian yang  lebih banyak dibandingkan dengan kelas eksekutif dan argo sehingga berimplikasi dengan waktu

tempuhnya . Contoh kereta ini adalah kereta Fajar utama Semarang (Semarang – jakarta ), Fajar utama jogja (Jakarta – Jogja)   

  Gambar

yang terakhir yang merupakan kelas favorit ane adalah kelas ekonomi, kelas ini merupakan kelas yang paling rendah dibandingkan dengan kelas yang lainnya, kelas ekonomi ini kita bagi menjadi 2 yaitu ekonomi Ac dan Ekonomi non Ac. Ekonomi Ac Merupakan kelas ekonomi yang tidak disubsidi oleh negara oleh karena itu walaupun bertitel ekonomi kereta ini mempunyai harga yang cukup mahal, mempunyai fasilitas Ac central maupun split, kursi  tegak 2-2 berhadapan mempunyai papan penunjuk stasiun. Kereta ini merupakan hibah dari kementrian perhubungan makanya warna gerbong beda ma kereta ekonomi lainnya. contoh kereta ini adalah kereta api Gajah wong (jakarta – lempuyangan ) Bogowonto (Jakarta – lempuyangan), dan Menoreh (Jakarta – semarang). 

Gambar

lanjut kereta ekonomi non Ac kereta ini merupakan kereta api yang disubsidi oleh negara sehingga harga nya sangat pas buat masyarakat kelas bawah yang ingin bepergian jauh. Kereta ini memiliki fasilitas sebagai berikut, non ac, kursi 3-3 dan 2-2 berhadapan, kereta ini hampir berhenti di setiap stasiun dan harus mengalah jika ada kereta yang  diatas kelasnya melintas. Untuk waktu tempuh jelas lebih lama dibandingkan yang lain. 

Nah itu beberapa keas yang ada di kereta jadi tinggal  disesuaikan dengan kantong anda ya..selamat bepergian dengan kereta api..

Pengalaman Hidup “Melamar Kerja”

Tag

, , ,

Hari ini gw baru aja habis dari job fair yang diadakan di kampus, ketika baru datang kesana sumpah sesaknya minta ampun, mahasiswa dari berbagai universitas tumpah ruah disana berharap salah satu diantara mereka diterima di salah satu perusahaan. Ironis memang tapi itulah yang terjadi dihadapan mata gw, ada yang melamar, dua, tiga, bahkan sampai 5 lowongan pekerjaan berharap salah satu diantara lowongan tersebut ada yang jebol. ada yang penuh semangat mengirimkan aplikasi lamaran pekerjaan, ada juga yang sudah terkapar tak berdaya sehingga harus duduk dilantai.

 Jumlah sarjana yang lulus memang tidak sampai dari tujuh juta orang  jumlah penduduk indonesia, akan tetapi tetap saja jumlah ini tidak sebanding dengan jumlah lowongan kerja yang tersedia dan kualifikasi yang dibutuhkan. Hal ini kemudian yang menyebabkan membludaknya jumlah “pemburu kerja” di negeri ini. 

Proses rekruitmen perusahaan pun bermacam-macam, ada yang hanya menulisakan nama dan no telp, ada yang harus mengisi berbagai macam form aplikasi bahkan ada yang melakukan proses wawancara ditempat. Menariknya beberapa stand ada yang terlihat sepi, entah memang perusahaan nya tidak menarik, atau posisi yang ditawarkan tidak sesuai dengan yang diinginkan. ada juga yang pendaftar nya membludak sehingga stand nya di tutup sebelum waktunya. 

gw sendiri ngerasa syok dengan pemandangan ini karena seharusnya sarjana memiliki kesempatan yang jauh lebih baik untuk mendapatkan pekerjaan dibandingkan yang lain, dan memiliki tingkat pendapatan yang juga lebih baik. atau memang sistem pendidikan kita yang salah yang hanya menciptakan generasi “kelas  pencari kerja” buat generasi yang mampu membuka lapangan kerja yang baru. entahlah…

 

 

 

Chromium dan Permasalahannya (1)

Kromium merupakan logam masif, berwarna putih perak, dan lunak jika dalam keadaan murni dengan titik leleh kira-kira 1900°C  dan titik didih kira-kira 2690°C . Logam ini sangat tahan terhadap korosi, karena reaksinya dengan udara menghasilkan lapisan Cr2O3 yang bersifat non pori sehingga mampu melindungi logam yang terlapisi dari rekasi lebih lanjut. Dengan sifat logam yang tahan korosi, manfaat utama dari logam kromium adalah untuk logam atau baja, Selain itu lapisan kromium juga menghasilkan warna yang mengkilat sehingga logam ini memberikan manfaat dekoratif

Salah satu Limbah yang berbahaya adalah limbah logam berat kromium (VI) yang biasanya berasal dari industri penyamakan logam (electroplating), industri cat/pigmen dan industri penyamakan kulit (leather tanning). Limbah Cr (VI) menjadi populer karena sifatnya yang karsinogenik. Kromium terdapat dialam dalam dua bentuk oksida, yaitu oksida Cr(III) dan Cr(VI). Tingkat toksisitas Cr(IV) sekitar 100 kali dibandingkan dengan Cr(III) sehingga Cr (VI) harus di reduksi menjadi Cr (III) untuk menurunkan toksisitasnya. Cr (VI) mudah larut dalam air dan membentuk divalent oxyanion yaitu chromate Cr (Cr2O4) dan dicromate (Cr2O72-) sedangkan kromium trivalent/(Cr (III) ) mudah diendapkan atau diabsorbsi oleh senyawa-senyawa organik dan anorganik pada pH netral atau alkali (Kimbrough dkk (1999), Slamet (1999), Khalil dkk (1998).

Gambar