Kromium merupakan logam masif, berwarna putih perak, dan lunak jika dalam keadaan murni dengan titik leleh kira-kira 1900°C  dan titik didih kira-kira 2690°C . Logam ini sangat tahan terhadap korosi, karena reaksinya dengan udara menghasilkan lapisan Cr2O3 yang bersifat non pori sehingga mampu melindungi logam yang terlapisi dari rekasi lebih lanjut. Dengan sifat logam yang tahan korosi, manfaat utama dari logam kromium adalah untuk logam atau baja, Selain itu lapisan kromium juga menghasilkan warna yang mengkilat sehingga logam ini memberikan manfaat dekoratif

Salah satu Limbah yang berbahaya adalah limbah logam berat kromium (VI) yang biasanya berasal dari industri penyamakan logam (electroplating), industri cat/pigmen dan industri penyamakan kulit (leather tanning). Limbah Cr (VI) menjadi populer karena sifatnya yang karsinogenik. Kromium terdapat dialam dalam dua bentuk oksida, yaitu oksida Cr(III) dan Cr(VI). Tingkat toksisitas Cr(IV) sekitar 100 kali dibandingkan dengan Cr(III) sehingga Cr (VI) harus di reduksi menjadi Cr (III) untuk menurunkan toksisitasnya. Cr (VI) mudah larut dalam air dan membentuk divalent oxyanion yaitu chromate Cr (Cr2O4) dan dicromate (Cr2O72-) sedangkan kromium trivalent/(Cr (III) ) mudah diendapkan atau diabsorbsi oleh senyawa-senyawa organik dan anorganik pada pH netral atau alkali (Kimbrough dkk (1999), Slamet (1999), Khalil dkk (1998).

Gambar