Tag

, , ,

Hari ini gw baru aja habis dari job fair yang diadakan di kampus, ketika baru datang kesana sumpah sesaknya minta ampun, mahasiswa dari berbagai universitas tumpah ruah disana berharap salah satu diantara mereka diterima di salah satu perusahaan. Ironis memang tapi itulah yang terjadi dihadapan mata gw, ada yang melamar, dua, tiga, bahkan sampai 5 lowongan pekerjaan berharap salah satu diantara lowongan tersebut ada yang jebol. ada yang penuh semangat mengirimkan aplikasi lamaran pekerjaan, ada juga yang sudah terkapar tak berdaya sehingga harus duduk dilantai.

 Jumlah sarjana yang lulus memang tidak sampai dari tujuh juta orang  jumlah penduduk indonesia, akan tetapi tetap saja jumlah ini tidak sebanding dengan jumlah lowongan kerja yang tersedia dan kualifikasi yang dibutuhkan. Hal ini kemudian yang menyebabkan membludaknya jumlah “pemburu kerja” di negeri ini. 

Proses rekruitmen perusahaan pun bermacam-macam, ada yang hanya menulisakan nama dan no telp, ada yang harus mengisi berbagai macam form aplikasi bahkan ada yang melakukan proses wawancara ditempat. Menariknya beberapa stand ada yang terlihat sepi, entah memang perusahaan nya tidak menarik, atau posisi yang ditawarkan tidak sesuai dengan yang diinginkan. ada juga yang pendaftar nya membludak sehingga stand nya di tutup sebelum waktunya. 

gw sendiri ngerasa syok dengan pemandangan ini karena seharusnya sarjana memiliki kesempatan yang jauh lebih baik untuk mendapatkan pekerjaan dibandingkan yang lain, dan memiliki tingkat pendapatan yang juga lebih baik. atau memang sistem pendidikan kita yang salah yang hanya menciptakan generasi “kelas  pencari kerja” buat generasi yang mampu membuka lapangan kerja yang baru. entahlah…