Tag

, , , ,

Pemilihan umum tanggal sembilan april tinggal menghitung hari lagi, gebyar kampanye telah lewat sudah. Bisingnya kendaraan dan macet nya jalanan akibat kampanye terbuka pun telah berakhir. Namun Perang belum berakhir, justru masa tenang adalah masa yang paling membahayakan dalam proses pemilu. Jual beli suara, closing pemilih, atau serangan fajar dimulai pada masa ini. Edukasi dan arahan – arahan yang dilakukan oleh para peserta pemilu maupun pelaksana pemiu seolah tak berarti pada masa ini.

Masa tenang yang diberikan oleh Pelaksana pemilu, harusnya dimanfaat kan untuk bersih-bersih atribut kampanye yang selama ini telah “mengotori” keindahan ibukota. Sampah Visual yang bertebaran dimana-mana berupa spanduk, baliho sampai sticker yang menem pel di dinding harusmya sudah menghilang pada masa tenang.

Akan tetapi pada masa ini justru para kontestan tidak melaksanakan hal tersebut, mereka terkesan membiarkan hal itu terjadi, sehingga jangan heran ketika hari – H pemilu nanti masih akan banyak ditemukan atribut kampanye bertebaran dimana-mana. Pada masa tenang justru banyak bendera baru yang terpasang, mereka seperti mengejar target pemasangan karena begitu banyak bendera yang masih tersisa di gudang penyimpanan mereka. Padahal menurut UU apabila pada masa tenang masih terdapat atribut parpol, maka parpol tersebut dapat diberikan sanksi.

Parpol Justru sibuk mempersiapkan serangan fajar, membuka ruang-ruang negosiasi dan jual beli suara rakyat. Mereka masuk ke sudut-sudut ruangan, pelosok-pelosok desa untuk memastikan pasokan suara untk mereka tidak terganggu. Masyarakat pun dibuat bingung oleh ulah para kontestan pemilu ini. Disisi lain dalam hati nurani mereka pasti menolak operasi yang dilakukan oleh kontestan pemilu ini tapi disisi lain mereka tergiur terhadap jumlah uang yang di tawarkan. Jika transaksi suara ini terjadi maka dapat dipastikan impian akan pemilu yang luber dan jurdil pun akan musnah. Masa tenang bukan untuk berleha-leha tapi masa untuk bekerja keras lebih baik lagi untuk pemilu yang luber dan jurdil